Marketing : “Permisi
Pak”
Penjual :
“Iya, ada apa?”
Marketing : “Ini saya
bawakan model baru dari Tanah Abang seperti biaa 5 kodi.”
Penjual : “Yaudah saya ambil tapi saya lihat dulu ya Pak ….
(sambil memeriksa) lo kok 1 kodi dibagian lengan belum dilubangi kancingnya?”
Marketing : “Apa iya?
Yaudah harganya saya potong 10% dari harga aslinya.”
Penjual : “Baiklah kalau begitu ….. saya setuju Pak.” (Marketing
memberikan barangnya lalu pergi, datanglah seorang pembeli ditoko)
Pelayan : “Selamat
siang Bu, ada yang bisa saya bantu?”
Pembeli : “Apakah
ada model baju yang terbaru?”
Pelayan : “Mari
sini Bu saya tunjukkan” (Sambil berjalan)
Pembeli : “Wah, ini
yang saya cari berapa harganya mbak?”
Pelayan : “Harganya
Rp. 150.000 karena ini model baru dan masih langka.”
Pembeli : “Gimana
kalau Rp. 100.000 aja.”
Pelayan : “Belum
bisa Bu, ditambah lagi aja menjadi Rp. 35.000.”
Pembeli : “(Sambil
mengecek bajunya) lho mbak lubang kancingnya belum dilubangi? Gimana kalau Rp.
115.000.”
Pelayan : “Belum
bisa mbak, ini baju model baru bahannya juga bagus.”
Pembeli : “Yaudah
harga pasnya berapa?” kalau harganya Rp. 135.000 saya belum berani mengambil.”
Pelayan : “Gimana
kalau Rp. 125.000 biar sama-sama mendapat keuntungan Bersama.”
Pembeli : “Baiklah
saya setuju. Saya ambil ya mbak, ini uangnya.” (Sambil menyerahkan uang)
Pelayan : “O iya,
terima kasih Bu. Semoga ibu bisa jadi pelanggan ditoko ini.”
Pembeli : “Iya mbak,
saya permisi dulu.”
Pelayan : “Silahkan
Bu, hati-hati dijalan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar