Senin, 27 Agustus 2018

Awal Kesuksesan


Awan hitam itu kini telah berubah menjadi rintik – rintik hujan yang semakin menderas, membahasahi pipi imut si gadis cantik yang sedang termenung memandang nilai ulangan hariannya.
Kreek …, suara pintu dibuka. Seketika gadis yang bernama Ana itu terkejut, ia segera menyeka air mata yang masih membasahi pipinya.
“Eh, Ana sudah bangun, yuk sholat shubuh bersama ibu” ajak ibunya yang sedikit terkejut karena biasanya ia belum terbangun.
“Iya, bu” ujar Ana
Akhirnya merekapun sholat berjamaah, ibunya yang menjadi imam menggantikan ayahnya yang baru saja meninggal satu bulan yang lalu. Selesai sholat Ana langsung menyambar handuk merah jambu kesayangannya dan segera masuk kekamar mandi, setelah itu, segera memakan makanan kesukaannya yang dibuat dengan penuh cinta dari ibunya, setelah itu ia segera berpamitan dengan ibunya dan langsung menaiki seperdanya menuju kesekolah.
Sesampainya disekolah ia segera memparkirkan sepedanya dihalaman belakang dan langsung menuju kekelasnya dilantai 3, ia lalu menduduki bangku kosong disamping sahabatnya Ina.
“In, hari ini ada ulangan IPS kan?” tanya Ana
“Iya, Ana kamu sudah belajarkan?” Ina balik bertanya
“Sudah sih, tapi aku ketiduran, he he he” jawab Ana
“Eh, An ini ulangan Matematikamu” ujar Ina
Seraya memberikan 2 lembar kertas
Setelah menerima hasil ulangannya dan melihat nilainya Ana pun terkejut, ia tak menyangka nilainya akan turun lagi, ia kembali menitikkan air matanya.
“Kenapa Han, kok nangis sih?” tanya Ina
“Gak papa kok” jawab Ana
“Gak papa kok nangis, cerita aja” ujar Ina
Hana menunjukkan hasil ulangan matematikanya
“Ooh sebab ini” ujar Ina
“Bukan hanya masalah nilai ini ku menangis” ucap Ana dengan perlahan menyaka air matanya
“Lalu, kenapa kamu menangis?”  Ina semakin penasaran
“Aku  … Aku belum bisa menuruti keinginan terakhir ayahku, ia ingin aku bangkit, mendapat nilai yang terbaik, tapi apa kenapa kini nilaiku semakin menurun” jelas Ana
“Ana, kegagalan itu bukan akhir kesuksesan, tapi kegagalan adalah kunci kesuksesan. Seseorang jika ingin sukses harus berusaha walau rintangan menghadang” nasihat Ina
“Aku sudah berusaha In, tapi … “ perkataan Ana dipotong oleh Ina
“Tapi apa, teruslah berusaha An, jangan berputus asa, terus belajar pasti akan ada pintu kesuksesan menantimu” Ina terus menyemangati Ana
“Ok, baiklah terimakasih kamu sudah menyemangatiku” ucap Ana
“Teruslah berusaha, nanti kan sehabis istirahat ada pelajaran matematika, nah nanti akan diadakan remidi, saat itu perbaikilah nilaimu” ucap Ina
“ Tapi kamu harus mengajariku” pinta Ana
Ina pun menyetujuinya, akhirnya pelajaran jam pertama pun dimulai
Saat istirahat Ina dan Ana tidak membeli makanan, mereka tetap dikelas. Ina pun menepati janjinya untuk mengajari Ana, tak terasa waktu istirahat pun berakhir, pelajaran matematika dimulai, Ana mulai mengerjakan soal remidi, ia selalu mengingat pesan Ina bahwa jangan pernah putus asa karena ia pun ingin membanggakan orangtuanya terutama ayahnya, yang sangat menginginkan ia berhasil dan mendapat nilai yang memuaskan. Waktu mengerjakan soal telah habis saatnya menunggu dikoreksi, tak lama kemudian Ana menerima hasil remidi dari gurunya ternyata ia mendapat nilai yang sangat memuaskan.
“Tuh kan, pintu kesuksesan terbuka lebar untukmu Ana, selamat kau sudah membanggakan orang tuamu” Ina juga tak kalah senangnya dengan Ana
Akhirnya Ana pun bisa bangkit dan membahagiakan orang tuanya.

Selesai




Tidak ada komentar:

Posting Komentar