Indonesia adalah negara yang
terkenal akan keaneka ragaman budayanya, salah satunya adalah alat musik
tradisional. Alat musik tradisional di Indonesia memiliki nama dan kegunaan
yang unik di masing-masing daerah. Selain alat musik tradisional, Indonesia
juga terkenal akan rumah adat dan tarian daerahnya. Dengan kekayaan budaya yang
kita miliki seharusnya kita mengetahui lebih dalam tentang budaya-budaya yang
ada di 33 provinsi Indonesia.
ads
Berikut ini nama alat musik tradisional Indonesia dan asal daerahnya
:
1. Alat musik tradisional : Serune Kale
Sarune Kale berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam yang mempunyai jenis bunyi
Aerofon, yaitu bunyi yang berasal dari hembusan angin. Cara menggunakan serune
kale adalah dengan ditiup dan menggunakan jari untuk mengatur nada yang ada di
lubang serune kale.
2. Alat musik tradisional : Aramba
Aramba berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara yang mempunyai jenis
bunyi Ideofon, yaitu bunyi yang berasal dari bahan dasarnya. Cara menggunakan
Aramba adalah dengan dipukul dengan menggunakan pemukul seperti stik.
3. Alat musik tradisional: Saluang
Saluang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat yang mempunyai
jenis bunyi Aerofon, yaitu bunyi yang berasal dari hembusan angin. Cara
menggunakan saluang dengan ditiup dan lubang yang ada di salung digunakan untuk
mengatur nada dan jari-jari tangan berfungsi untuk menutup lubangnya.
4. Alat musik tradisional : Gambus
Gambus berasal dari Riau, yang membunyai jenis bunyi Kordofun, yaitu
bunyi yang berasal dari dawai atau senar. Gambus mempunyai 3 senar – 12 senar.
Gambus biasa dimainkan sambil diiringi gendang.
5. Alat musik tradisional : Serangko
Serangko berasal dari Jambi yang terbuat dari tanduk kerbau. Cara
menggunakan Serangko adalah dengan ditiup, serangko biasa digunakan untuk
pemberitahuan jika ada musibah di masyarakat Jambi.
6. Alat musik tradisional : Accordion
Accoridon berasal dari Sumatera Selatan yang mempunyai jenis bunyi
Aerofon, yaitu jenis bunyi yang berasal dari hembusan nafas. Cara menggunakan
accordion yaitu dengan ditiup dan memakang kedua tangan untuk mengatur alunan
nada.
7. Alat musik tradisional : Doll
Doll berasal dari Bengkulu yang mempunyai jenis bunyi Membranofon, yaitu
jenis bunyi yang asalnya dengan memukul. Cara menggunakan doll yakni dengan
dipukul memakai alat pemukul.
8. Alat musik tradisional : Bende
Bende berasal dari Lampung yang mempunyai jenis bunyi Ideofon, yaitu
jenis bunyi yang berasal dari bahan dasarnya. Cara menggunakannya yaitu dipukul
dengan alat pukul yang khusus.
9. Alat musik tradisional : Gendang Melayu
Gendang melayu berasal dari Kepulauan bangka belitung yang mempunyai
jenis bunyi Membranofon, yaitu jenis bunyi yang asalnya dengan memukul di
sekitar area lunak dengan menggunakan telapak tangan.
10. Alat musik tradisional : Gendang Panjang
Gendang panjang berasal dari Kepulauan Riau yang mempunyai jenis bunyi
Membranofon yang digunakan dengan cara menepukkan tangan pada area yang
lunak.
Sponsors Link
11. Alat musik tradisional : Tehyan
Tehyan berasal dari Ibukota Jakarta yang mempunyai jenis suara Kordofon
yang digunakan dengan cara digesek di bagian dawai atau senarnya, hampir sama
dengan memainkan biola.
12. Alat musik tradisional : Angklung
Angklung berasal dari Jawa barat yang mempunyai jenis bunyi
Ideofon. Cara memainkan angkul yaitu menggunakan tangan kita.
13. Alat Musik tradisional : Gamelan
Gamelan berasal dari Jawa Tengah yang mempunyai jenis bunyi Ideofon.
Cara memainkannya yaitu dengan dipukul – pukul dengan alat pemukul.
14. Alat musik tradisional : Gendang
Gendang berasal dari Yogyakarta yang mempunyai jenis bunyi Ideofon. Cara
memainkannya dengan ditepuk di area lunak menggunakan telapak tangan.
15. Alat musik tradisional : Bonang
Bonang berasal dari Jawa Timur yang mempunyai jenis bunyi Ideofon. Cara
memainkannya dengan dipukul.
16. Alat musik tradisional : Gendang
Gendang berasal dari Banten yang mempunyai jenis bunyi Membranofon. Cara
memainkannya dengan menepuk memakai telapak tangan.
17. Alat musik tradisional : Gengceng
Gengceng berasal dari Bali yang mempunyai jenis bunyi Ideofon. Cara
memainkannya dengan diletakkan pada kedua telapak tangan kemudian
ditepuk.
18. Alat musik tradisional : Serunai
Serunai berasal dari Nusa Tenggara Barat yang mempunyai jenis bunyi
Aerofon. Cara memainkannya dengan ditiup lalu nadanya diataur dengan jari
tangan.
19. Alat musik tradisional : Sasando
Sasando berasal dari Nusa Tenggara Timur yang mempunyai jenis bunyi
Chordofon. Cara memainkannya dengan dipetik.
20. Alat musik tradisional : Japen
Japen berasal dari Kalimantan Tengah yang mempunyai jenis bunyi
Kordofon. Cara memainkannya dengan dipetik.
21. Alat musik tradisional : Sampe
Sampe berasal dari Kalimantan Timur yang mempunyai jenis bunyi Kordofon.
Cara memainkannya dengan dipetik dibagian senarnya.
22. Alat musik tradisional : Tuma
Tuma berasal dari Kalimantan Barat yang mempunyai jenis bunyi
Membranofon. Cara memainkannya dengan ditepuk menggunakan telapak tangan.
23. Alat musik tradisional : Panting
Panting berasal dari Kalimantan Selatan yang mempunyai jenis bunyi
Kordofon. Cara memainkannya dengan dipetik dibagian senarnya.
24. Alat musik tradisional : Kolintang
Kolintang berasal dari Sulawesi Utara yang mempunyai jenis bunyi
Ideofon. Cara memainkannya dengan dipukul.
25. Alat musik tradisional : Ganda
Ganda berasal dari Sulawesi Tengah yang mempunyai jenis bunyi
Membranofon. Cara memainkannya dengan menepuk menggunakan telapak tangan.
Alat Musik
Modern Beserta Cara Memainkannya
Alat musik modern – Selamat datang di
portal hidupsimpel, yah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang
alat musik modern. Manusia telah mengenal musik semenjak ribuan tahun yang
lampau. Serta begitu dekat dengan semua aspek lini hidup manusia.
Tentunya bagi masing masing orang, ada makna
filosofi tersendiri pada musik. Sebagian orang memainkannya supaya mendapatkan
semangat atau beberapa diantaranya hanya menikmatinya supaya tenang hatinya.
Dan sebagiannya lagi menikmatinya supaya motivasi belajarnya meningkat. Dan
diantara kegunaan lainnya yaitu sebagai pengiring acara ritual keagamaan
ataupun meditasi dan sebagainya.
Diawali dari alat musik tradisional yang
simpel, seiring waktu mulai berkembang secara pesat. Diawali dari sudut pandang
kita pada musik, fenomena dunia permusikan yang digemari hingga dengan
instrumen yang dipakai memerintah musik itu sendiri.
1. GITAR
Gitar yaitu sebuah alat music berdawai yang
dimainkan dengan cara dipetik, umumnya menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan
bagian leher yang padat sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam
didempetkan. Gitar secara tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan
senar yang terbuat dari nilon maupun baja. Beberapa gitar modern dibuat dari
material polikarbonat. Secara umum, gitar terbagi atas 2 jenis: akustik dan
elektrik.
Menurut Dr. Kasha, gitar didefinisikan
sebagai "instrumen musik petik bersenar, berleher panjang dengan
fret, dan memiliki badan gitar yang rata di bagian belakang (biasanya terbuat
dari kayu) yang memiliki bentuk melengkung di tepinya".
Gotar ada tiga jenis : gitar modern electric terkecil
2. Biola
Cara Memegang dengan Benar
Teknik dasar yang pertama bila ingin belajar bermain
biola ialah cara memegangnya. Dalam hal ini kita bukan hanya memegang biolanya,
tetapi kita harus bisa meletakkan biola diantara bahu dan dagu kita. Ini adalah
hal pertama yang harus kita kuasai bila ingin belajar biola. Carilah posisi
senyaman mungkin dalam meletakkan biola ini, karena hanya kita yang dapat
merasakan bagaimana posisi yang nyaman tersebut.
Pertama-tama taruh biola diatas bahu kita, usahakan
posisi bahu sedikit dimajukan, lalu jepit biola dengan dagu kita. Untuk kalian
yang memiliki leher sedikit lebih panjang dan susah untuk menahan biolanya
dengan dagu, kalian dapat membeli aksesoris biola yang bernama shoulder rest.
Shoulder rest ini merupakan aksesoris pembantu untuk bermain biola.
Cara Memegang Bow
Yang kedua adalah cara memegang bow. Cara memegang bow
inipun harus kalian perhatikan bila ingin bermain biola, usahakan pegangan kita
tidak mengganggu permainan biola kita. Cara dasar memegang bow biola seperti
pada gambar berikut:
Gambar diatas adalah bentuk dasar posisi memegang bow
biola. Apabila kalian sudah menguasai dalam hal menahan biola dan memegang bow
biola, berarti kalian siap untuk memainkan biola.
Setelah menguasai dua hal diatas, yang harus kita lakukan
selanjutnya ialah menggosokkan rosin pada hairbow. Ini diperlukan agar ketika
kita menggesekan bow pada biola akan menghasilkan suara, biola tidak akan
menghasilkan suara apa bila hair bow tidak diberikan rosin saat memainkannya.
Jadi, ini hal yang penting juga untuk dilakukan. Tapi ingat, saat menggosokan
rosin di hairbow usahakan tangan kalian tidak menempel langsung pada haibownya,
karena ini dapat membuat hairbow menjadi berwarna hitam dan keringat yang ada
ditangan dapat membuat suara biola saat digesek menjadi tidak stabil.
Saat menggesekkan rosin usahakan kalian mengencangkan bow
nya terlebih dahulu dengan cara memutar bagian bawah bow, tetapi jangan sampai
bow terlalu kencang karena dapat memperpendek usia hairbow alias jadi gampang
putus hairbow nya.
Men-tuning Biola dengan Benar
Selanjutnya ialah men-tuning biolanya. Biola juga
mempunyai beberapa nada dasar utama seperti halnya gitar dan alat musik lain
yang harus kita ketahui. pada posisi open string atau ketika semua senar
dilepas nada dasar biola ialah :
Senar 1 : E
Senar 2 : A
Senar 3 : D
Senar 4 : G
Kalian dapat men-tuning biola kalian dengan cara
menggesek biola dengan bow sambil memutar pegs nya (yaitu dryer biola yang
terbuat dari kayu dan terletak di bawah scroll biola) dan fine tuner nya (bagian
seperti knob kecil di bagian tailpiece biola). Untuk itulah kalian harus bisa
posisi menaruh biola di antara bahu dan dagu terlebih dahulu, itu diperlukan
agar saat men-tuning biola kalian akan lebih mudah melakukannya. Untuk
menentukan nada kalian dapat dibantu dengan tuner atau dengan alat musik lain
seperti halnya piano, tetapi lebih enak dengan tuner. Di zaman yang serba
modern ini, kalian dapat dengan mudah menemukan aplikasi tuner pada smartphone
kalian juga loh, jadi bisa lebih mudah dalam men-tuning biolanya.
Cara Menggesek Biola
Setelah bisa men-tuning biola hal yang harus kalian
perhatikan ialah cara menggesek biola. Menggesek biola bukan berarti kita hanya
menggesek dengan cara sembarangan, hal yang perlu diperhatikan dalam menggesek
biola ialah ketepatan, dan posisi bow. Bow harus selalu pada posisi lurus saat
menggesek biola, sehingga biola dan bow akan membentuk posisi seperti tanda
tambah (+) saat kita menggesek biolanya. Saat pertama kali kita menggesek
biola, usahakan untuk belajar menggesek senar terbuka dengan pelan atau satu
senar bernada delapan ketuk ( nada panjang ) dalam satu arah gesekan, ini
diperlukan untuk membiasakan kita menggesek dan menghasilkan nada yang stabil.
Lakukan gerakan ini paling tidak empat gesek untuk satu senar pada semua senar
biola. Hal ini juga merupakan pemanasan yang penting dalam bermain biola.
Posisi Jari yang Benar
Saat sudah lancar menggesek biola selanjutnya ialah
posisi jari. Sederhananya nada biola sama dengan gitar, bedanya biola merupakan
alat musik fretless alias tidak memiliki fret seperti pada gitar tetapi untuk
urusa nada sama saja. Kita dapat mulai belajar posisi jari dari senar dua atau
dari nada A. Untuk tangga nada Do = A ialah : A B C# D E F# G# A. Sehingga
posisi jari kita untuk memainkan biola ialah :
1. Senar terbuka sebagai nada Do.
2. Gunakan telunjuk untuk menekan pada senar kedua dengan
diberi jarak sedikit dari awal fingerboard sebagai nada Re.
3. Gunakan jari tengah untuk menekan senar lagi dan
diberi jarak dari jari telunjuk untuk nada Mi.
4. Gunakan jari manis untuk menekan nada selanjutnya
tetapi usahakan menempel dengan jari tengah kalian, ini untuk nada Fa.
5. Untuk nada Sol sampai selanjutnya kalian bisa
melakukan posisi yang sama tetapi dimulai dari senar dibawahnya. Hal ini
berfungsi sama pada senar lainnya, apabila kalian ingin bermain dari senar tiga
(senar D) kalian bisa melakukan posisi yang sama yaitu nada Do sampai Fa pada
senar tiganya dan Sol sampai Do di senar duanya. Begitu pula jika ingin bermain
dari senar empat (senar G).
3. Saksofon
Alat musik ini muncul pertama kali pada tahun
1840 tepatnya dari negara Belgia. Adapun asal usul nama dari alat musik ini
diambil dari penemunya pertama kali yang bernama Adolphe Sax. maka dari itu
alat musik ini dinamakan Saxophone.
Saksofon sendiri adalah termasuk dari
keluarga alat musik modern tiup yang memiliki suara logam dan jangkauan
ekspresi dan nadanya besar. Biasanya saksofon dibunyikan pada genre musik
tertentu seperti pop, legenda jazz, dan big band musik.
Sebenarnya alat musik ini pada awalnya cuma dipakai untuk
instrumen band militer dan orchestra.
Teknik Dasar Memainkan Sexophone
Pengaturan mouthpiece, reed, dan ligatur
Ligature bisa direnggangkan sedikit. Ini memuat reed
lebih mudah bergetar. Jika ligatur diperkuat dengan dua baut, salah satunya
bisa dilepaskan. Melepaskan salah satu yang paling dekat dengan mulut akan
memberikan efek positif terhadap suara. Reed bisa dinaikkan dan diturunkan
sedikit. Misalnya, menaikkan reed sekitar 1mm ke atas bisa membuat seseorang
lebih mudah membunyikan saxophonenya. Begitu juga, ligatur bisa diturunkan jika
dibutuhkan.
Sedikit eksperimen mungkin akan berarti. Coba gunakan
reed yang berbeda untuk saxophone, misalnya menggunakan reed Tenor saxophone
pada Alto saxophone, atau menggunakan reed Bariton pada Tenor Saxophone. Ada
pemain saxophone terkenal yang telah bereksperimen dengan ini.
4. Terompet
Alat musik modern tiup yang selanjutnya yaitu
terompet. Bahan utama terompet sendiri yakni dari logam-logaman. Keunikan dari terompet
ini yaitu cuma terdiri dari tiga tombol dan untuk mengatur dan menghasilkan
nada tertentu maka lewat penekanan yang teratur dan tidak ngawur atau
sembarangan.
Cara Bermain Trumpet
Dengan Benar
1. Ucapkan huruf
"M", tapi berhenti di bagian "mmm". Jaga bibir Anda di
posisi itu.Sekarang,melalui posisi ini dalam suara mendengung.Ini mungkin
terdengar aneh,tapi itu adalah posisi bibir dasar untuk digunakan saat bermain.
2. Sebelum memulai
bermain terompet, tiup udara melalui horn, untuk "pemanasan" instrumen
dan menganggap embrouchure benar.
3. Jika suatu saat
Anda merasa bahwa bibir Anda berdarah, atau jika Anda merasakan sobekan bibir
di bagian dalam mulut Anda, segera berhenti bermain untuk hari itu. Jika Anda
terus bermain dengan bibir terluka, Anda dapat merusak bermain Anda sampai
seminggu, mungkin lebih lama.
4. Lebih mudah untuk
bernapas melalui hidung Anda dan mungkin mendapatkan udara yang lebih hangat,
tetapi untuk mendapatkan udara lebih cepat, Anda dapat bernapas dengan mulut
Anda.
5. Kadang-kadang,
Anda harus pemanasan dengan bernapas dalam (melalui hidung) selama 8 ketukan
dan keluar untuk 8 ketukan, kemudian di bagi 4, keluar untuk 4, maka pada 2,
dari 2, dalam 1, keluar 1. Bahu Anda tidak harus "ke depan" ketika
Anda mengambil napas cepat. Diagfragma Anda harus memperluas.
6. Cobalah untuk
menempatkan mouthpiece di tengah bibir Anda. Jika Anda memiliki kawat gigi atau
apapun pada gigi Anda , mouthpiece Anda mungkin cenderung untuk naik lebih
tinggi dari yang seharusnya, atau lebih rendah. Jangan masukan kebiasaan
tersebut, kalau Anda melakukan ini untuk waktu lama, Anda tidak akan bisa
memainkan terompet dengan mouthpiece yang diletakkan dengan benar sama sekali.
7. Praktik banyak!
Satu-satunya cara Anda dapat lebih baik adalah berlatih.
8. Cobalah untuk
tidak terlalu frustrasi. Jika anda frustrasi, ambil beberapa napas panjang
sebelum mencoba lagi.
5. HARMONIKA
Cara Bermain Harmonika
Harmonika diatonik biasanya mempunyai 10
lubang kecil dan sedikit berdempetan. Anda harus dapat meniup satu lubang tanpa
mengeluarkan suara dari lubang lainnya (single note). Pada dasarnya ada dua
teknik meniup harmonika, yakni teknik siul dan teknik lidah.
Teknik siul dalam meniup harmonika. Teknik
siul ini menggunakan bentuk bibir bersiul untuk membunyikan harmonika. Untuk
meniup satu lubang di alat musik harmonika ini, anda dapat memajukan bibir
depan dan tempelkan ke lubang harmonikanya. Mulailah belajar meniup satu
lubang, tanpa meniup lubang yang lainnya.
Teknik lidah dalam meniup harmonika. Teknik
lidah ini menggunakan lidah untuk memfokuskan lubang mana yang hendak ditiup.
Anda dapat menempelkan ujung lidah pada lubang yang akan difokuskan. Kemudian
mulailah meniup pelan-pelan salah satu lubang untuk mendapatkan suara yang
diinginkan.
Nada dasar harmonika terletak pada lubang
berikut. Nada Do = lubang 4 ditiup. Nada Re = lubang 4 dihisap. Jika nada Mi =
lubang 5 ditiup. Nada Fa = lubang 5 dihisap. Untuk nada Sol = lubang 6 ditiup.
Nada La = lubang 6 dihisap. Nada Si = lubang 7 dihisap. Sementara nada Do =
lubang 7 ditiup.
6. KEYBOARD
C. CARA BERMAIN
Sebenarnya untuk
mengetahui cara bermain keyboard sangatlah mudah, anda hanya perlu meluangkan
waktu unuk membaca teori, lalu mempraktekannya. Untuk memulai teori bermain
keyboard bisa lihat penjelasan di bawah ini :
1. Tips Teknik Pertama.
Anda harus belajar
mengenal kunci nada, dari mulai nada mayor sampai dengan nada minor. Contoh:
kunci nada C, Dm, Em, F, G, Am dan yang lainnya. Keterangan: “Apabila tertulis
kunci nada C maka disebut sebagai kunci nada C mayor, sedangkan jika tertulis
kunci nada Cm disebut dengan kunci nada C minor”.
2. Tips Teknik Kedua.
Untuk teknik kedua
anda harus mengenal bagaimana cara mengoperasikan dan mengetahui jenis suara
yang dapat dihasilkan oleh alat musik keyboard.
3. Tips Teknik Ketiga.
Untuk tips ketiga
anda harus mengenal cara posisi jari tangan yang harus diletakan pada papan
tuts nada yang berada pada alat musik keyboard.
4. Tips Teknik Keempat.
Sedangkan untuk tahap
ke empat, anda harus belajar senam jari, atau bisa juga disebut dengan
fingering. Untuk belajar fingering, anda bisa melakukan dan meniru sama hal nya
dengan fingering piano karena tuts papan nada keyboard sama seperti alat musik
piano. Jika anda telah menguasai teknik fingering, maka jari jemari anda akan
terasa lentur, dan sangat mudah untuk memulai mengenal kunci dasar keyboard.
5. Tips Teknik Kelima.
Jangan dulu
terburu-buru untuk mulai memainkan sebuah lagu. Tetapi, anda harus menguasi
kunci dasar keyboard terlebih dahulu. Seperti hal nya dalam tahap keempat,
papan tuts nada yang dimiliki keyboard sama seperti papan tuts alat musik
piano. Jadi, kunci dasarnya pun sama dengan kunci dasar piano. Ini bukan
mengenal seperti tahap ke satu, tapi ini menguasi dan menghapal kunci dasar
keyboard.
Jika 5 teknik
tersebut sudah anda kuasai, sebaiknya anda mulai belajar keyboard dengan
memainkan sebuah lagu yang memiliki kunci nada yang standard dan mudah dihapal.
7. PIANO
Cara Belajar Piano/
Keyboard dari dasar
Agar bisa memainkan
Piano dan Keyboard, hal yang paling dasar/ utama kita harus mengerti apa itu Chord
dan Not, dan cara pengaplikasiannya di alat musik itu sendiri.
*Not dan Chord
Not adalah lambang nada
Chord atau Akord adalah
kumpulan tiga not atau lebih yang bila dimainkan secara bersamaan
terdengar harmonis. Chord/Akord bisa dimainkan secara terputus-putus ataupun
secara bersamaan. Akord ini digunakan untuk mengiringi suatu lagu.
( 1,
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, i/ do, re, mi, fa, sol, la, si, do ) dilambangkan sebagai Not
( C, D, E, F, G, A,
B, C ) dilambangkan juga sebagai Chord
di nada standar
penempatan not dan chrod pada tuts keyboard/ piano seperti ini:
Not
Chord
Do
= C
Re
= D
Mi
= E
Fa
= F
Sol
= G
La
= A
Si
= B
Do'
= C'
dan berikut gambarnya
agar lebih jelas:
*sumber gambar google.com
Tapi, bisa juga
Do = D / Do = E dan seterusnya. Pergeseran
nada itu disebut juga Transpose Nada.
Digambar atas bisa
dilihat ada tuts yang berwarna hitam, itu disebut nada miring ada juga
yang menyebutnya nada datar dan lambangnya adalah # / ♭
# dibaca
Kres : Naik setengah nada
♭ dibaca flat/ mol :
Turun setengah nada
Contoh:
untuk
tuts hitam di depan not D/ Re yaitu D#
untuk
tuts hitam di belakang not D/ Re yaitu D♭
berikut
jika kita lihat di dalam gambar:
*sumber gambar
google.com
kesimpulan
dari gambar diatas adalah,
C#
= D♭
D#
= E♭
F#
= G♭
G#
= A♭
A#
= B♭
Sekarang
kita sudah mengerti dimana saja tata letak not dan chord pada tuts keyboard/
piano. Selanjutnya kita membahas tentang Chord, diatas disebutkan bahwa
chord adalah kumpulan dari tiga not atau lebih yang jika dimainkan
secara bersamaan akan membentuk suatu suara yang harmonis.
Agar lebih mudah
dipahami berikut adalah gambar - gambar dari setiap kunci Chord, gambar dibawah
ini menunjukan chord standar yang terdiri dari tiga not,
Chord Major
Yups! sudah pahamkah
sekarang dengan tata letaknya?
jika masih bingung
atau malas untuk menghafal, ada cara mudah untuk mengingat Chord. saya
pribadi menggunakan rumus 1 - 5 - 4.
rumus 1 - 5 - 4
adalah rumus untuk menemukan not ke 2 dan ke 3 agar menjadi 1 kunci
Chord dimana
1 = Chord awal yang
ingin kita cari
5 = tuts ke 5 dari
tuts awal
4 = tuts ke 4 dari
tuts ke 5
gambarnya jadi
seperti ini :
Cukup mudah kan? ^ ^
dan perlu kita
ketahui jari yang kita gunakan biasanya untuk menekan chord adalah
kelingking - telunjuk
- jempol
Kelingking = not
pertama
Telunjuk = not kedua
Jempol = not ketiga
biasanya untuk
penempatan jari seperti ini tergantung dari kenyamanan kita masing - masing,
tapi kebanyakan orang memang merasa lebih nyaman menggunakan 3 jari diatas
untuk chord dasar seperti ini.
Selain Chord Major
ada juga namanya Chord Minor. Ibarat chord major adalah suara bakunya, chord
minor itu suara falsnya.
Penekanan tuts pada
keyboard/ piano pun hanya beda sedikit. yaitu menurunkan nada yang ditengah 1/2
nada.
Contoh :
Chord C Major =
1 - 3 - 5
berarti C Minornya
(Cm) = 1 - 3♭ - 5
Chord
D Major = 2 - 4# - 6
berarti
D minornya (Dm) = 2 - 4 - 6
selebihnya
bisa dilihat dari gambar berikut:
Chord
Minor
8. ORGAN
Langkah Awal Cara Bermain Musik Organ
Ada enam tahapan untuk dapat mempelajari cara awal
bermain musik organ dengan baik yang kesemua tahapan itu memang
sangat berkaitan satu sama lainnya :
Tahap yang pertama mengenai pengenalan tentang kunci
kunci nada dari nada yang mayor sampai yang minor.seperti contoh : kunci
nada C , Dm , Em , F , G , Am , dst...keterangan : apabila tertulis
C disebut sebagai kunci nada C mayor , kalau tertulis Cm disebut C
minor.dst.daftar kunci nada organ bisa dibeli di toko buku Gramedia .
Tahap kedua pengenalan tentang cara pengoperasikan organ
dan pengenalan jenisi jenis musik dan suara yang ada di organ
tersebut, ini bisa dilihat dari buku katalog atau buku panduan dari organ
tersebut.
Tahap ketiga belajar cara meletakan jari tangan kiri dan
kanan didalam membunyikan kunci kunci nada dari sebuah lagu yang akan
dipelajari..setiap kunci nada rata rata memerlukan tiga jari tangan untuk
memijitnya , namun ada juga terkadang memerlukan lebih dari tiga
jari itupun tergantung dari jenis nama kunci nada tersebut . seperti misalnya
kunci nada CM7 ( C mayor tujuh ) ini tidak bisa dipijit dengan tiga jari ,
tapi kunci ini memerlukan empat jari untuk membunyikannya.
Tahap ke empat menghilangkan kekakuan jari jari tangan
dengan cara latihan memindahkan dari satu kunci nada ( chord ) ke kunci nada
yang lainnya secara rutin minimum dalam sehari yaitu 30 menit, sbg contoh :
dari kunci nada C pindah ke nada Dm -> Em -> F -> G -> Am ->
kembali ke nada C dsb.
Tahap ke lima carilah lagu yang sudah hapal , kemudian
putarlah di CD/kaset untukdidengarkan jenis musiknya, kalau
sudah denger dan paham jenis musik yang didengar dari CD
/ kaset tadi barulah dicari jenis musiknya yang hampir sama atau mendekati ,
cara mencari kesamaannya lihat ketukan pada alat musik drumnya .
Tahap ke enam setelah jenis musiknya didapat .lakukan
setiap lagu diawali dengan kunci nada C untuk lagu yang jenis nya mayor ,
untuk yang jenis lagunya minor diawali dengan kunci nada Am..hal ini
untuk mempermudah mempelajari sebuah lagu.. contoh lagu : Angin Malam
diawali dengan kunci nada C , tapi kalau lagu dengan nada dasar minor tidak
bisa diawali dengan kunci nada mayor.. contoh lagu : Kasih yang
dibawakan oleh penyanyi Ermy Kulit tidak bisa diawali dengan kunci nada C
mayor, akan tetepi lagu tersebut bisanya diawali oleh kunci nada minor
seprti : Am , Bm , Cm , Dm , Em dst.
9. DRUM
Cara Belajar Main Drum Pemula dengan Mudah
Tegak Ketika Duduk
Posisi duduk anda haruslah tegak agar anda bisa
mendapatkan bentuk tubuh yang sesuai ketika bermain drum. Anda bisa tegak dan
terlatih tegak akan memberikan tenaga tambahan ketika anda sedang bermain drum
dalam waktu yang cukup lama. Jadi jangan membungkuk atau terlalu tegak
kebelakang. Tegaklah agar anda mampu mendapatkan seluruh bagian dari drum. Dan
power ketika bermain drum dengan baik dan benar juga. Tak usah memperdulikan
posisi yang tidak biasa. Anda bisa melakukannya secara terus menerus dan
memaksa anda yang terbiasa bungkuk menjadi tidak bungkuk lagi dalam duduk.
Cobalah untuk disiplin dalam posisi tegak ini.
Ibu Jari Tumpuan Stick
Nah, jangan lupa ketika memegang stick drum, anda perlu
membuat sesuatu yang benar agar mendapatkan tingkat ketebalan dalam bermain
drum dengan baik. Yaitu dengan menempatkan posisi ibu jadi pada bagian tengah
stick drum anda. Jadi, anda yang sedang belajar harus paham ini dengan baik.
Sisakan stick pada bagian belakang agar telapak tangan anda bisa membuka tutup
untuk membuat stick anda melayang ketika menyentuh bagian drum. Jadi, ketika
stick rum anda kembali anda cukup menangkapnya tak perlu menarik stik drum
dengan menggunakan tenaga yang berlebihan. Anda pun bisa menghemat tenaga dalam
memainkan drum anda.
Ada Dua cara dalam Memegang stick untuk memukul drum,
yaitu:
- Teknik
Match Grip adalah memegang dengan posisi stick lurus agar mendapatkan
tenaga yang cukup keras. Biasanya teknik ini digunakan para pemain
professional pada genre lagu rock dan juga rock. Nah, bagi anda yang
merupakan pemula teruslah belajar dengan teknik ini dengan benar.
- Teknik
Tradisional Grip Teknik adalah memegang stick drum dengan cara menyamping
dan sedikit lebih pelan. Tentu saja teknik ini memiliki tujuan untuk
membuat suara atau tone yang lembut dan juga soft. Teknik ini biasa
digunakan mereka yang merupakan drummer dari pemain musik jazz. dan swing.
Injak Pedal Bass Drum dengan Baik
Anda perlu menjaga pijakan anda agar terdengar baik, pada
dasarnya pada permainan druma dan dua bagian yang penting yaitu pada bass drum
dan snare. Jadi, ketukan anda harus pas dan juga sangat penting untuk
konsisten. Misal anda salah atau lupa, anda pastikan bahwa anda tidak lupa
dalam ketukan bass drum atau snare karena pada bagian tersebut akan menentukan
tempo dari seluruh alat musik yang sedang bermain bersama dengan drum.
Ada teknik dasar ketika menginjak pedal bass drum, yaitu:
- Full
Kick - Anda bisa menggunakan seluruh bagian telapak kaki anda agar anda
bisa menemukan sisi stabil dalam mengetuk sebuah bass drum. Dengan teknik
ini, anda bisa menggunakan engsel mata kaki anda yang akan membuat anda
menjadi lebih baik lagi. Tapi terkadang teknik ini cukup melelahkan karena
akan membutuhkan tenaga banyak untuk menekan sebuah bass drum dengan
tenaga tersebut. Hasilnya pun akan kurang bertenaga. Tapi, jika anda
sedang konser, teknik ini sangat recommended karena akan sangat saving kekuatan
kaki anda. Dan juga ketika konser pada bagian bass drum sudah ada mic jadi
tak perlu kuat kuat.
- Half
Kick - Anda menggunakan setengah kaki anda pada bagian dengan. Teknik ini
menekankan engsel lutut sebagai tumpuan. Jadi, anda bisa mengangkat kaki
anda keatas. Teknik ini akan memberikan anda kekuatan untuk menjadikan
ketukan bass drum menjadi lebih bulat dan juga kuat. Untuk anda yang suka
bertempo cepat, teknik ini sangat bagus karena akan membuat permainan anda
konsisten dan terlihat jelas.
Hi hat adalah Pengatur Tempo
Nah, pada kaki kiri anda, anda perlu memainkan hi hat
dengan benar. tidak hanya sebagai cymbal, hi hat merupakan sebuah pengatur
tempo dan juga ketukan bagi para drummer. Ketukan dari hi hat harus jelas dan
juga baik. karena memang dalam memainkan drum, anda perlu memberikan ketukan
yang stabil dan tidak kurang atau kelebihan. Seperti halnya dalam permainan
alat musik lainnya. Biasanya hi hat akan membagi bagian bagian dari permainan
ke dalam bentuk beberapa bar dan akan diperjelas dengan membukanya hi hat.
Dengan kata lain, anda perlu mengetuk hi hat yang tertutup lalu membukanya pada
bagian terakhir sebelum memulai bar selanjutnya. Nah, menginjak pedal hi hat
juga perlu dengan aturan tersendiri. Anda perlu menentukan open hi hat pada ukuran
0, 1/2, 1/4, 1 (full) karena hasil dari suara juga akan berbeda.
Mulai dari Ketukan Dasar
Nah, bagi anda yang merupakan pemula sebaiknya anda
belajar drum dari awal dengan baik dan benar. Mulai dari ketukan dalam
permainan snare, seperti single stroke, double stroke, triplets, dan lain
sebagainya. Tentu saja dengan ketukan tersebut, anda bisa mengatur permainan
drum anda menjadi lebih baik lagi. Lalu, bisa anda lanjutkan dengan cara
memadukan ketukan kaki kanan pada bass drum dan kaki kiri pada pedal hi hat,
tangan kanan pada hi hat dan tangan kiri pada snare drum. Hitung ketukan hi hat
sebanyak 8 kali lalu anda sisipkan ketukan bass drum pada 1 dan 5 dan ketukan
snare drum pada hitungan ke 3 dan 7. Hitung berulang ulang dengan hi hat
juga.
10. Vibraphone
Vibraphone merupakan instrumen perkusi yang
mempunyai bentuk mirip dengan xylophone namun menggunakan pipa pipa resonator
dan bilahan metal untuk sustain nada supaya dapat menciptakan vibrasi.
Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul
pada bilahan metal memakai mallet. Kita juga dapat memencet pedal sustain,
berdasarkan notasi hingga pedal diangkat. Vibraphone diciptakan di avad
11.TRIANGEL

Triangle adalah salah
satu alat musik ritmis modern berbentuk segitiga. Alat musik ini terbuat dari
logam, baik baja maupun dari bahan logam lainnya dan diberi gantungan dari
kawat atau nilon sebagai pegangan. Triangle berkerja dengan cara menghasilkan
bunyi dari getaran seluruh badan instrument (idiofoni). Cara memainkannya yaitu
dengan memukul sisi bagian dalam maupun luar triangle sehingga menghasilkan
bunyi.
12.HarpaHarpa atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Harp adalah jenis alat musik petik. Seringkali alat musik ini diilustrasikan bersama dengan para malaikat. Bentuknya tinggi, umumnya berwarna emas, dan memiliki senar. Biasanya berbentuk dasar segitiga.
Sebuah harpa dapat
dimainkan baik dengan tangan, ataupun dengan tangan dan kaki, seperti yang
ditemui pada pedal harp. Harpa dapat dimainkan secara solo, atau bisa juga
dalam bagian sebuah ensemble.
13.Akordeon

Menurut sejarah dunia, akordeon yang asli ternyata diciptakan pada tahun
1822 oleh seorang seniman berasal dari Berlin, Jerman, bernama Christian Fried.
Lalu oleh Cyrill Demian pada tahun 1829 Akordeon tersebut baru dipatenkan. Lalu
semakin lama semakin terkenal dan mulai dikenal di Inggris di tahun 1831.
Pada awalnya akordian memang sudah memiliki tuts piano namun masih
sangat sederhana dan tradisional. Lalu, lama kelamaan setelah ditemukan
pengembangan piano yang lebih modern akhirnya akordeon saat ini memiliki tuts
yang sama dengan tuts piano pada umumnya. Selain itu juga akordeon saat ini
memiliki ketahanan dan kualitas suara yang lebih baik.
14.Seruling
Contoh Alat Musik
Modern Berupa Seruling
Ternyata seruling ini
dapat juga dikategorikan sebagai alat musik yang modern, meskipun sudah lama
sekali ada. Biasanya seruling ini kebanyakan terbuat dari bambu namun tidak
sedikit pula yang terbuat dari plastik dan logam. Pada bagian badan alat musik
ini umumnya terdapat 8 lubang yang saling berurutan dan ada juga satu lubang
yang lebih besar terletak dibagian atas dekat untuk meniup.
Jenis alat musik ini
biasanya dimainkan pada saat santai.
15. Obo
Obo adalah alat musik double reed jenis woodwind. Ia adalahketurunan dari shawm.
Kata "obo" berasal dari bahasa Perancishautbois, berarti "high
wood". Alat musik ini kadang-kadang masihdisebut hautboy dalam bahasa
Inggris. Seorang musikus yangmemainkan obo disebut obois.
16. Flute

Flute adalah instrumen musik dari keluarga woodwind. Suara flute
berkarakter lembut dan dapat dikombinasikan dengan instrumen lainnya
dengan baik. Flutemodern untuk profesional umumnya terbuat dari perak, emas
atau kombinasikeduanya. Sedangkan flute untuk student umumnya terbuat dari
nikel-perak,atau logam yang dilapisi perak.
17.SISTRUM
Salah satu contoh
sistrum kuno.
Sistrum adalah alat musik perkusi yang diyakini berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara (terutama Mesir).[1] Kata sistrum
berasal dari bahasa Yunani, seiein,
yang artinya menggoyang.[2] Sistrum
terbuat dari logam maupun kayu, yang terdiri atas bingkai yang dilengkapi dengan
beberapa tambahan potongan logam atau kayu horizontal di bagian badannyanya
yang akan mengeluarkan bunyi-bunyian bila digoyang-goyang.[3] Alat musik
ini menghasilkan suara berdenting lembut yang disebut-sebut memiliki kemiripan
dengan suara batang papirus yang bergoyang akibat ditiup angin.
18.TROMBON
Trombon adalah alat
musik tiup logam. Seperti pada alat musik tiup logam lainnya, suara dihasilkan
dengan menggetarkan bibir.
Kata trombon diambil
dari bahasa Itali tromba (trompet) dan -one (akhiran yang berarti besar), maka
secara bahasa tulis arti trombon adalah “trompet besar”.
Pemain trombon
disebut trombonis
19.Klarinet
Klarinet adalah instrumen musik dari keluarga woodwind.
Namanya diambil dari penambahan akhiran "-et" yang berarti "kecil"
pada kata Itali "clarino" yang berarti "trompet".
Sama seperti saksofon,
klarinet dimainkan dengan menggunakan satu reed.
Klarinet merupakan keluarga instrumen terbesar, dengan
ukuran dan pitch yang berbeda-beda. Kata klarinet umumnya merujuk pada soprano
klarinet B♭, yang merupakan klarinet terumum.
Pemain klarinet disebut klarinetis. Alat music ini biasa
digunakan dalm grup orkerstra atau juga grand orchestra. Klarinet hamper
menyerupai Saxophone untuk nada nya tergantung yang memainkan alat music ini.
Clarinet ini berfungsi sebagai alat music pelengkap suatu genre music, karena
suaranya yang khas dan terkesan estetis.
20. French Horn
French horn merupakan instrumen musik tiup
termasuk dalam keluarga brasswind atau alat musik tiup logam. French horn
biasanya dimainkan dalam sebuah pertunjukan marching band. Alat musik ini
memiliki corong menghadap ke depan (front-bell) sehingga suara yang
dihasilkannya sinkron dengan arah pemainnya.
Cara
Mengunakan Alat Musik Cello
1. Memegang Alat Musik
Cello
Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan
dalam memegang cello. Langkah-langkah ini perlu dilatih terutama bagi pemula
agar cello menjadi nyaman di mainkan yaitu:
a. Ambil cello dan letakkan sudut lekukan bagian belakang pada bagian dalam lutut kaki kiri.
a. Ambil cello dan letakkan sudut lekukan bagian belakang pada bagian dalam lutut kaki kiri.
b. Sandarkan bagian belakang badan cello di dada.
c. Tempelkan kaki kanan pada sisi kanan cello namun tidak
menjepit,
d. Setelah itu atur panjang pendeknya tongkat penyangga
(end pin)
e. Setelah nyaman baru mainkan cello.
2.
Posisi Bermain Alat Musik Cello
Cara duduk yang ideal adalah
ketika badan dalam keadaan seimbang dan tidak ada bagian tubuh yang kaku,
contohnya:
1.
Duduk di bagian depan kursi (sepertiga bagian depan),
2.
Pandangan lurus ke depan,
3.
Berat badan dibuang di ujung tulang ekor belakang,
4.
Kaki kanan tegak lurus ke depan
5.
Kaki kiri sedikit lebih maju dari kaki kanan dan membentuk sudut 45-60derajat.
Hal ini penting dibentuk untuk menjaga keseimbangan tubuh terutama untuk
menopang cello.
3. Cara Memegang Penggesek Alat
Musik Cello
a) Pegang
penggesek (bow) dengan tangan kiri dan letakkan dawai D/G.
b) Tangan
kanan diletakkan di sisi badan dengan rilek
c) Kemudian
angkat pelan-pelan tangan kanan dan pegang pangkal penggesek dengan 3jari saja,
yaitu ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Dua jari lainnya (jari manis
dan kelingking) hanya ditempelkan saja pada pangkal penggesek
d) Selanjutnya,
pelan-pelan lepas tangan kiri sambil tangan kanan menarik dan menekan penggesek
pada dawai. Lakukan ini berulang-ulang sambil mengontrol 3jari yang memegang
penggesek.
e) Jika
tangan kanan tidak nyaman memegang penggesek, maka ulangi langkah pada 3d.
4. Cara Menggesek Alat
Musik Cello
Setelah melakukan langkah 3d
dengan baik, coba gesek dawai lainnya. Mulai lagi menggesek dawai D kemudian G
dan C, kemudian dawai A. sebaiknya urutan latihan itu perlu diperhatikan
terutama bagi pemula. Apabila langusng menggesek dawai C, maka akan
menggulanggi kesulitan karena belum terbiasa.
5. Cara Menekan Dawai Alat Musik
Cello
a.
Menekan dengan memukul
b.
Melepas dengan memetik
6. Persyaratan Fisik Bermain Alat Musik Cello
Bagi yang ingin belajar cello, persyaratan fisik adalah
yang terutama diperhatikan yaitu tangan dan jari. Hal ini berbeda dengan pemain
tiup yang memperhatikan susunan gigi dan bentuk bibir atau bentuk mulut secara
umum. Pemain cello perlu memperhatikan hal berikut yaitu:
1.
Jari tangan tidak terlalu besar atau kecil
2.
Tangan cukup untuk menjangkau posisi jari tangan kiri dan dapat memegang
penggesek yang baik.
·
Penjarian pada tangan kiri:
Keterangan :
1.
Jari telunjuk di lambangkan dengan angka 1
2.
Jari tengah di lambangkan dengan angka 2
3.
Jari manis di lambangkan dengan angka 3
4.
Jari kelingking di lambangkan dengan
angka 4
7. Cara Bermain Alat Musik Cello
a. Rosin (damar)
Hars berguna untuk membuat kasar permukaan rambut atau
bubat penggesek karena bubat yamg terbuat dari rambut ekor kuda akan menjadi
licin jika telah sering digunakan rosin untuk berbeda kehalusannya dengan rosin
yang digunakan untuk biola atau kontrabas. Oleh karena itu, gunakanlah selalu
rosin untuk cello sebelum berlatih,
b. Menala cello
Nada-nada dawai cello secara
berturut-turut mulai dari dawai kecil (no.1) adalah A, D, G, dan C. cara menala
atau turung adalah dengan menyamakan tinggi nada (pitch) frekuensi tuner dengan
dawai yang hendak di tala. Jika tuner tidak ada dapat menggunakan piano yang
sudah distem dengan benar. Jika jarak nada dengan tuner dengan dawai kosong
(umpannya A) terlalu jauh maja sebaiknya menggunakan pemutar dawai atas (peg)
untuk menala. Apabila jarak nadanya dekat, maka gunakan penala bawah (pin
stemmer). Hindarkan penalaan dawai yang terlalu tinggi dari penalaan yang
sesungguhnya (lebih dari sekonde) karena akan merusak kualitas dawai atau akan
menjadi putus.
c.Letak jari
Jari-jari tangan kiri yang
digunakan pada tahap awal belajar cello adalah sebagai berikut:
Latihan menekan dawai pada papan
jari (fingerboard)
1. Mulai dengan menggesek dawai kosong
(umpamanya dawai D)
2. Tekan
dawai dengan jari 1 (telunjuk) untuk mendapatkan nada E
3. Bila
nada E sudah di dengar tepat, maka lanjutkan ke nada F dengan jari 2 (tengah).
4. Sampai
pada nada F, betulkan dulu posisi ibu jari di belakang papan jari tepat
berhadapan dengan jari 2.
5. Selanjutnya
tekan nada F# dengan jari 3 (manis). Setelah itu nada G dengan jari 4
(kelingking)
6. Ulangi
latihan tersebut hingga menjadi kebiasaan.
d. Berlatih
1.
Prinsip dasar berlatih
Ø
Pemanasan
Ø
Latihan inti
Ø
Refleksi
Ø
Pengaturan waktu
1. Lebih
baik latihan sesering mungkin dari pada berlatih sekaligus dalam satu waktu
(ingat pembenyukkan fisik dan stamina)
2. Latihan
yang berjenjang meningkat,
Ø
Perencanaan materi
1. Jangan
tergiur untuk melatih hal yang belum dikuasai teknik dasarnya.
Banyak mendengarkan, menyaksikan
pertunjukkan (live dan recorded) untuk menambah wawasan.
2. Membentuk
kebiasaan dengan prosedut yang baik dan benar sehingga dicapai otomatisme,
seperti dikatakan oleh
e. Latihan nada
panjang
f. Latihan
mendengarkan






































Tidak ada komentar:
Posting Komentar